SEMARANG – Dalam rangka mendukung terciptanya lingkungan kampus yang sehat dan berkelanjutan, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Diponegoro Kelompok 6 telah berhasil berkontribusi melalui program “Optimalisasi Kantin Aman, Halal, dan Bergizi di Universitas Diponegoro.” Kegiatan ini berfokus di Kantin Metabolomik Fakultas Kedokteran UNDIP, sebagai bagian dari upaya strategis mewujudkan penyediaan makanan yang tidak hanya lezat, tetapi juga memenuhi standar kesehatan, higienitas, dan kehalalan bagi seluruh civitas akademika.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh lima mahasiswa lintas disiplin yang tergabung dalam Kelompok 6 KKN-T UNDIP 2025, yaitu Maulida M. Fasha Adz Dzikra (Oseanografi), Najla Haura’ Azizah (Ekonomi Islam), Mutiara Sabrina R. (Teknik Komputer), Nashwa Lutfiya Chaerani (Ilmu Gizi), dan Annisa Rizky Nugroho Putri (Ilmu Gizi). Dengan latar belakang keilmuan yang berbeda, kelima mahasiswa ini menggabungkan keahliannya untuk menjalankan program berbasis edukasi, digitalisasi, dan peningkatan mutu layanan kantin secara menyeluruh.

Salah satu pilar utama KKN-T ini adalah program Sertifikasi Self-Declare Halal bagi para pelaku usaha kantin. Proses dimulai dari pendampingan dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai bentuk legalitas awal usaha. Mahasiswa KKN kemudian membantu mendata bahan baku dan menu yang akan disertifikasi, menginput informasi tersebut ke dalam sistem SIHALAL, hingga mendampingi proses verifikasi lapangan oleh pendamping halal. Upaya ini diharapkan mampu mendorong kesadaran akan pentingnya jaminan halal di lingkungan kampus, khususnya di Fakultas Kedokteran.

Selain program sertifikasi halal, KKN Tematik ini juga terbagi dalam dua tema multidisiplin utama. Tema pertama, “Mewujudkan Kantin Fakultas Kedokteran yang Halal, Sehat, dan Bergizi bagi Civitas Kampus,” yaitu mahasiswa berhasil melakukan berbagai sosialisasi edukasi ke semua tenant kantin yaitu yang pertama mengenai food safety berbahan dasar olahan ikan, yang kedua tentang produk halal, dan yang ketiga yaitu nilai gizi pada menu makanan. Selain itu juga terdapat program yang mencakup digitalisasi informasi gizi melalui pengembangan website khusus menu kantin yang terintegrasi dengan QR code pada setiap meja, sehingga memungkinkan konsumen untuk mengakses informasi nutrisi secara efisien melalui ponsel mereka.

Tema kedua, “Revitalisasi Kantin Kampus yang Aman dan Higienis,” menyoroti pentingnya kebersihan lingkungan dan alat masak, penyusunan layout serta jalur evakuasi kantin, serta kampanye “Bawa Wadah Sendiri” untuk mengurangi limbah plastik. Dalam aspek manajemen, mahasiswa juga mengadakan pelatihan pencatatan stok bahan baku dan sosialisasi laporan keuangan sederhana menggunakan template spreadsheet yang mudah dipahami dan diaplikasikan oleh para penjual. Upaya ini bertujuan meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan usaha. Setiap kegiatan dirancang dengan pendekatan lintas disiplin agar solusi yang dihadirkan bersifat menyeluruh, aplikatif, dan berkelanjutan.

Selain program utama multidisiplin, tim KKN juga melaksanakan program sosial kemasyarakatan yang mendukung kesejahteraan pelaku usaha kantin. Salah satunya adalah kegiatan cek kesehatan dasar bagi para penjual kantin, meliputi pengukuran tekanan darah dan status gizi, serta edukasi pencegahan penyakit bawaan makanan. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa penyedia makanan berada dalam kondisi sehat dan mampu menjaga kualitas pangan yang mereka sajikan.

Di luar itu, terdapat pula program pendukung lainnya yang memperkuat kesadaran hidup sehat dan berkelanjutan di lingkungan kantin. Mahasiswa melakukan pemasangan akrilik informasi bergizi di setiap meja, membuat konten edukatif seputar gizi dan kebersihan untuk media sosial tim KKN, hingga pemasangan banner dan juga stiker ajakan menjaga kebersihan meja setelah makan. Seluruh program ini bertujuan mendorong perubahan perilaku konsumsi dan kebersihan yang dimulai dari ruang makan kampus.

Sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan keberlanjutan praktik kebersihan di kantin, tim KKN juga memberikan paket kenang-kenangan kepada para penjual. Paket tersebut dikemas dalam totebag dan berisi perlengkapan penunjang kebersihan seperti apron, serbet, hand sanitizer, stiker edukatif, spons cuci, dan sabun pencuci piring. Diharapkan, pemberian ini dapat memotivasi para pelaku usaha untuk terus menjaga standar kebersihan dan keamanan pangan secara konsisten.

Dengan dilaksanakannya berbagai program yang bersifat edukatif, digital, dan partisipatif ini, mahasiswa KKN Tematik Kelompok 6 berharap Kantin Fakultas Kedokteran UNDIP dapat menjadi model kantin sehat kampus yang mengutamakan aspek keamanan pangan, kebersihan, kehalalan, serta transparansi informasi bagi konsumen. Kolaborasi lintas disiplin yang dijalankan selama KKN menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam mewujudkan lingkungan kampus yang lebih sehat, berdaya, dan berkelanjutan. Diharapkan, dampak dari program ini tidak hanya bersifat jangka pendek selama masa KKN, tetapi juga berlanjut sebagai budaya baru dalam pengelolaan kantin di masa mendatang.

en_USEnglish