DEMAK – Desa Morodemak, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, mengalami kerusakan ekosistem mangrove yang cukup memprihatinkan sejak beberapa tahun terakhir. Berdasarkan hasil wawancara dengan warga setempat, kerusakan ini telah terjadi sejak sekitar tahun 2019, yang dipicu oleh tingginya gelombang laut dan kenaikan permukaan air. Akibatnya, banyak pohon mangrove yang terendam air secara terus-menerus dan akhirnya mati. Kerusakan ekosistem mangrove ini turut memperparah kondisi lingkungan, di mana wilayah pesisir Desa Morodemak kini semakin rentan terhadap abrasi dan sering mengalami banjir rob. Fenomena ini tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga mengganggu aktivitas dan kehidupan masyarakat setempat.
Menanggapi permasalahan tersebut, Mahasiswa KKN Tematik SDGs Universitas Diponegoro 2025, Kelompok 4 Tim 25, melaksanakan program penanaman mangrove sebagai upaya rehabilitasi ekosistem pesisir. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggandeng siswa-siswi MTs di Desa Morodemak, sebagai bagian dari edukasi dan pelibatan generasi muda dalam aksi nyata menjaga lingkungan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNDIP tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga menanamkan nilai pentingnya peran anak muda dalam pelestarian alam. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi awal dari kesadaran kolektif masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga kelestarian mangrove demi masa depan pesisir yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
