{"id":37099,"date":"2025-06-26T14:38:00","date_gmt":"2025-06-26T07:38:00","guid":{"rendered":"https:\/\/sdgscenter.undip.ac.id\/?p=37099"},"modified":"2025-06-27T17:48:21","modified_gmt":"2025-06-27T10:48:21","slug":"efisien-dan-berdampak-nyata-sdgs-center-undip-dan-pt-pelindo-evaluasi-pemanfaatan-teknologi-perikanan-di-tiga-desa-pesisir-demak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sdgscenter.undip.ac.id\/id\/2025\/06\/26\/efisien-dan-berdampak-nyata-sdgs-center-undip-dan-pt-pelindo-evaluasi-pemanfaatan-teknologi-perikanan-di-tiga-desa-pesisir-demak\/","title":{"rendered":"Efisien dan Berdampak Nyata: SDGs Center UNDIP dan Pelindo Evaluasi Pemanfaatan Teknologi Perikanan di Tiga Desa Pesisir Demak"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph translation-block\"><strong>Demak, 26 Juni 2025<\/strong> \u2014 SDGs Center \u2013 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Diponegoro dan PT Pelabuan Indonesia (PT PELINDO) melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap pemanfaatan bantuan teknologi perikanan yang telah disalurkan kepada tiga desa pesisir di Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, yaitu Desa Morodemak, Desa Purworejo, dan Desa Margolinduk. Bantuan teknologi tersebut merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PELINDO yang diimplementasikan melalui SDGs Center LPPM UNDIP<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil evaluasi menunjukkan bahwa bantuan teknologi tersebut telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat pesisir. Salah satu yang paling dirasakan manfaatnya adalah GPS Fish Finder. Teknologi ini telah digunakan secara aktif oleh para nelayan dan terbukti sangat membantu dalam proses pencarian ikan. Nelayan kini tidak lagi tersesat di laut maupun menghabiskan bahan bakar secara berlebihan. Selain itu, fitur penanda lokasi pada alat ini memungkinkan nelayan untuk menyimpan titik-titik potensial hasil tangkapan, sehingga memudahkan mereka kembali ke lokasi tersebut di lain waktu. Efisiensi penangkapan ikan pun meningkat signifikan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/sdgscenter.undip.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-26-at-16.19.54_4a717566-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-37101\" srcset=\"https:\/\/sdgscenter.undip.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-26-at-16.19.54_4a717566-980x551.jpg 980w, https:\/\/sdgscenter.undip.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-26-at-16.19.54_4a717566-480x270.jpg 480w\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1024px, 100vw\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sisi hilir, alat pengolahan hasil perikanan juga telah dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, khususnya oleh kelompok pengolah produk berbahan dasar ikan. Berbagai produk olahan seperti kerupuk cumi, rengginang kepiting, pempek ikan, dimsum ikan, hingga sambal cumi kini berhasil diproduksi dengan alat-alat yang telah disalurkan. Peralatan tersebut tidak hanya mempercepat proses produksi, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan kualitas hasil olahan, sehingga masyarakat memiliki peluang lebih besar dalam menjangkau pasar yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tak kalah penting, peralatan pengolahan limbah perikanan pun telah digunakan untuk mengolah ikan-ikan kecil yang sebelumnya tidak dimanfaatkan. Limbah tersebut kini diolah menjadi tepung ikan yang bernilai ekonomis sebagai campuran pakan ternak. Produk tepung ikan ini bahkan sudah mulai dipasarkan dan dimanfaatkan langsung oleh peternak ayam di desa-desa setempat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan monitoring dan evaluasi ini membuktikan bahwa pendekatan integratif dari hulu ke hilir dalam sektor perikanan dapat memberikan solusi nyata bagi penguatan ekonomi pesisir. Kolaborasi antara PT PELINDO, SDGs Center LPPM UNDIP, dan masyarakat desa menjadi bukti bahwa teknologi tepat guna dapat menjadi penggerak perubahan yang signifikan, selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/sdgscenter.undip.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-26-at-16.19.53_121a0d20-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-37102\" srcset=\"https:\/\/sdgscenter.undip.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-26-at-16.19.53_121a0d20-980x551.jpg 980w, https:\/\/sdgscenter.undip.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-26-at-16.19.53_121a0d20-480x270.jpg 480w\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1024px, 100vw\" \/><\/figure>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Demak, 26 June 2025 \u2014 The SDGs Center \u2013 Institute for Research and Community Service (LPPM) of Universitas Diponegoro and PT Pelabuhan Indonesia (Persero), or Pelindo, conducted a monitoring and evaluation activity on the use of fisheries technology assistance provided to three coastal villages in Bonang Subdistrict, Demak Regency: Morodemak, Purworejo, and Margolinduk. This technological [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":37100,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_et_pb_use_builder":"off","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"fifu_image_url":"","fifu_image_alt":"","footnotes":""},"categories":[18,19,21,24],"tags":[],"class_list":["post-37099","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-goal-11","category-goal-12","category-goal-14","category-goal-17"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sdgscenter.undip.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37099","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sdgscenter.undip.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sdgscenter.undip.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sdgscenter.undip.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sdgscenter.undip.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37099"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/sdgscenter.undip.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37099\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37130,"href":"https:\/\/sdgscenter.undip.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37099\/revisions\/37130"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sdgscenter.undip.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37100"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sdgscenter.undip.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37099"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sdgscenter.undip.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37099"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sdgscenter.undip.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37099"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}