SEMARANG – Kelompok 5 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik SDGs Universitas Diponegoro (UNDIP) menggagas serangkaian program inovatif berbasis lingkungan dan ketahanan pangan. Salah satu fokus utama mereka adalah mengubah limbah kertas menjadi rockwool, media tanam ramah lingkungan untuk budidaya microgreens—tanaman muda kaya nutrisi seperti kangkung dan sawi yang dapat dipanen dalam waktu singkat. Inovasi ini bertujuan mengurangi timbunan sampah di kampus sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan.

Diagram of a fish tank with water and fish plantsAI-generated content may be incorrect.

Selain itu, kelompok ini juga mengembangkan instalasi aquaponik terintegrasi di lahan UPT K3L UNDIP seluas 2,5 hektar. Sistem ini menggabungkan budidaya sayuran hidroponik dengan ikan lele, memanfaatkan sirkulasi air yang saling menguntungkan. Program ini tidak hanya mengoptimalkan lahan kampus, tetapi juga dirancang sebagai model urban farming yang dapat diadopsi masyarakat perkotaan untuk kemandirian pangan.

Di luar kampus, Kelompok 5 melakukan pendampingan di Desa Jabungan dengan mengolah singkong—komoditas utama desa—menjadi produk bernilai tinggi seperti brownies mocaf. Melalui pelatihan diversifikasi pangan, mereka berupaya meningkatkan pendapatan warga sekaligus mengurangi ketergantungan pada beras.

“Program kami berfokus pada prinsip ekonomi sirkular, dari pengolahan limbah hingga pemberdayaan masyarakat. Harapannya, inisiatif kecil ini bisa memberi dampak jangka panjang,” ujar Rendra Bagus Setiawan, ketua kelompok 5. Dukungan dari UPT K3L UNDIP dan kolaborasi lintas jurusan memperkuat implementasi program. Kegiatan ini sejalan dengan visi UNDIP sebagai kampus berkelanjutan peringkat kedua nasional menurut UI GreenMetric 2025.

A group of plants in containersAI-generated content may be incorrect. A group of people standing in front of a buildingAI-generated content may be incorrect.

id_IDIndonesian