Semarang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Diponegoro kelompok 3 dengan tema Strategi Pengenalan TPST kepada Masyarakat sebagai Sarana Edukasi Pengolahan Sampah yang Terintegrasi (Kota Semarang) telah melaksanakan program edukasi pengolahan sampah melalui pengenalan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) kepada masyarakat di Kota Semarang. Kegiatan yang telah berlangsung diantaranya adalah edukasi mengenai dampak sampah terhadap pencemaran air laut dan video kreatif pembuatan pot bunga dari botol plastik bekas yang diunggah di Instagram @kknt.tpstundip_03. Kedua unggahan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan pemanfaatan sampah sebagai barang daur ulang yang bernilai ekonomis.

Selain itu, terdapat beberapa program lainnya yang telah dilaksanakan, yaitu re-Branding website UPT K3L Universitas Diponegoro. Proses re-Branding website bertujuan untuk meningkatkan tampilan website UPT K3L sebelumnya dan mempermudah proses pencarian agar terlihat lebih menarik. Pelaksanaan re-Branding website tersebut masih berlangsung sampai saat ini, dikarenakan masih dalam proses penyesuaian. Kemudian, program lainnya berupa membantu proses administrasi di Kampung Tematik Hasta Karya dalam rangka keikutsertaan sebagai peserta lomba Agustus 2025 nanti.

Program kerja lainnya juga dilaksanakan di TPST Universitas Diponegoro dengan melakukan re-Branding desain poster informatif yang terdapat pada dropbox sampah milik TPST UNDIP. Dropbox sampah tersebut nantinya akan digunakan pada kegiatan edukasi yang akan dilakukan di CFD Sikatak, Kelurahan Tembalang. Dalam mempersiapkan CFD, kelompok 3 berencana untuk melakukan edukasi dengan games untuk menyemarakkan suasana. Games dilakukan dengan mengajak pengunjung CFD memasukkan sampah ke dalam tempat sampah yang sesuai dengan jenisnya. Oleh karena itu, Kelompok 3 juga membuat ketiga jenis tempat sampah untuk kegiatan CFD.

id_IDIndonesian